Daripada Demo Sana-Sini


Penyedia jasa transportasi konvensional kembali berdemonstrasi untuk menolak transportasi online di Banda Aceh, Bandung, Bandar Lampung, dan beberapa kota lainnya di Indonesia pada tahun 2017. Hal ini dipicu oleh mereka yang tak acuh perkembangan teknologi menggunakan dalih regulasi yang tak sesuai dan masalah perizinan. Lagi-lagi yang dijadikan dasar untuk demonstrasi ini adalah Undang-Undang No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas danAngkutan Jalan.

“Kalau dari sudut pandang sebagai driver buat saya sah-sah aja. Karena kita dihadapkan tentang masalah ekonomi dan kebutuhan dengan kondisi Jakarta yang semakin padat, hadirnya ojek online memudahkan customer dari segi transportasi, makanan, delivery barang. Kalau dari sudut pandang sebagai orang biasa, terkadang saya juga berpikir hadirnya ojol (ojek online) jadi sedikit menghambat rezeki dan peran transportasi lain”, tutur Rizki Dennis Adham yang menjadi pengemudi Gojek sebagai sambilan.

Awalnya tak ada yang mengira kejadian demonstrasi penyedia transportasi konvesional seperti di Jakarta 16 Maret 2016 akan terjadi di kota lain. Nyatanya hal ini terulang di kota lain dengan alasan yang sama. Pihak berwenang bekerja sama dengan pemerintah setempat untuk proses mediasi pihak-pihak yang bersangkutan. Mediasi ini hanya akan menghasilkan 2 hal:

1.     Mencapai kesepakatan yang berujung damainya para pihak yang berseteru
2.     Jalan buntu yang menjadikan masalah berlarut-larut

Sebenarnya hal ini masalah pilihan konsumen saja. mereka yang memilih ojol beralasan cepat, mudah, murah, dan nyaman. Memang terbukti dengan pelayanan yang ditawarkan oleh penyedia jasa transportasi online.

Selain itu, dengan adanya transportasi online ini juga membantu pemerintah. Gimana bisa? Ya bisalah! Logikanya sangat dasar dan mudah. Mereka menyerap tenaga kerja. Jadi menurunkan angka pengangguran yang akibatnya meningkatkan taraf ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. 

Melihat konflik seperti ini memang cukup menyedihkan. Sebenarnya mereka yang tak mau mengikuti perkembangan teknologi otomatis kalah dalam bersaing. Bila pun bertahan, nantinya akan kesusahan. Kemajuan teknologi berlaku sama dengan hukum alam, yang berusaha mengikuti agar tak tertinggal yang bertahan.

Sebenarnya tak ada yang salah untuk bertahan menjadi konvensional. Sama sekali tidak ada. Tetapi hidup di dunia ini dinamis. Bagaimana bisa tetap diam sementara yang lain berusaha bergerak? Tidak semua perubahan itu baik. Perubahan yang ada memang harus dipikirkan baik atau tidaknya.


Daripada sibuk demo sana-sini, mengapa mereka penyedia jasa transportasi konvensional tidak berbenah diri dan berinovasi? Buatlah transportasi konvensional untuk memiliki kriteria agar pantas bersaing dengan transportasi online, sambil menunggu pemerintah bertindak “jelas”. Hitung-hitung menunggu dengan produktif dan itu juga bila pemerintah belum bertindak dengan jelas. 

Berusahalah memantaskan diri, daripada buang energi untuk menyalahkan pihak lain.

Comments

  1. Intinya mah rezeki udh ada yg ngatur, gausah ribut ribut lah, ga selamanya online itu rame kok dan ga selamanya konvensional itu sepi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget! Manusia harusnya fokus gimana cara dapetin rezekinya sendiri tanpa menyalahkan cara orang lain sih

      Delete
  2. Ya, saya setuju ... Daripada menyalahkan pihak lain lebih baik kita berusaha dan berinovasi agar usaha yang kita jalankan dapat berkembang lebih baik dan dapat melayani konsumennya dengan baik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali bu, memang seharusnya begitu. Sayangnya tak semua orang mengerti harus berbuat apa

      Delete
  3. Couldn't agree more!

    ReplyDelete
  4. Ini adalah suatu konspirasi, dimana tujuannya adalah sebagai pengalih perhatian untuk.... Maaf, aku tidak boleh mengatakannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah bisa jadi juga! Satu peristiwa sekarang biasanya dimanfaatkan untuk pengalihan isu

      Delete
  5. Menurut saya ini hanya masalah transisi, transportasi online ada karena berkembangnya teknologi, solusinya transportasi konvensional membuat sistem /aplikasi yang tandingan untuk bersaing dengan transportasi online. Transportasi online diberhentikan? Susah, bahkan cenderung akan terus berkembang.

    Bukankah sudah terjadi pada media cetak(koran) vs media elektronik, wartel vs handphone, pos indonesia vs jne/tiki/dll.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah betul banget nih! Seharusnya memang mereka yang berinovasi agar tetap bertahan. Masalahnya masa transisi ini tidak berjalan mulus dan pihak yang merasa ditugikan terlihat tak berinovasi

      Delete
  6. Sebenernya online maupun konvensional samasama berguna dan bermanfaat sekarang, walau jangkauan harga yang berbeda. Masalah perpindahan atau transisi sistemnya aja, dari konvensional ke daring. Sama aja kayak media semenjak ada media daring, media mainstream mulai ditinggalkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sih Di, tapi ini masalah kurang smoothnya aja itu. Pihak yang gamau berinovasi malah minta yang berinovasi berhenti. Dengan mereka mogok juga gabikin keadaaan mereka membaik gitu. Kenapa mereka ga memantaskan kualitas mereka sendiri aja ya?

      Delete
  7. Jika merasa tersaingi, demo bukanlah cara yang tepat. Cara yang menurut saya lebih tepat ya bersaing dengan sehat melalui harga, attitude, kenyamanan pelanggan, dll.

    ReplyDelete
  8. "Selain itu, dengan adanya transportasi online ini juga membantu pemerintah. Gimana bisa? Ya bisalah! Logikanya sangat dasar dan mudah. Mereka menyerap tenaga kerja. Jadi menurunkan angka pengangguran yang akibatnya meningkatkan taraf ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. "

    this one and this one

    "Buatlah transportasi konvensional untuk memiliki kriteria agar pantas bersaing dengan transportasi online"

    setuju banget! daripada demo, protes, dan akhirnya berujung pada melukai orang lain, lebih baik sopir konvensional introspeksi, pikirin apa yang harus dibenah dari pelayanannya. toh melukai orang lain nggak akan pernah menyelesaikan masalah, kan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena dengan demo toh hasilnya gaterlalu kentara, lebih baik usaha memang

      Delete
  9. Kalau disuruh pilih, anda pilih mana? Konvensional atau Online?

    ReplyDelete
  10. Setuju kalau harus bisa berinovasi secara zaman makin lama makin canggih kan

    ReplyDelete
  11. Apa si yang di ributin. Klo cuma mzlh rzki. Positif tingking aja lah... rzki itu udh d atur ma Allah SWT. Percuma ribut sana sini. Klo Allah SWT udh ksh rzki pd tiap2 umat'a jd percuma aja ributin yg ga jelas

    ReplyDelete
  12. Setuju!, aplagi di kalimat terakhir. "Berusahalah memantaskan diri, daripada buang energi untuk menyalahkan pihak lain."

    ReplyDelete
  13. Setuju. Seharusnya pengendara transportasi konvensional dapat menerima perkembangan teknologi sekarang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul! Mungkin hanya mereka gamau jilat liur sendiri kali ya udah pernah sempet demo gitu

      Delete
  14. Aku sih setuju, ga tau mas anang gembil.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Nikotin dan Label pada Penggunanya

Tuan, Kumohon

Sebenarnya Mana yang Lebih Sering Menjadi Penghancur Harapan di Lingkungan Budaya Maskulin? Realita atau "Orang Terdekat"?